13
Mar
10

Cow’s Raid!!!! Ooouugghh No!

Ampun deh…kenapa aku jadi parno dengan makhluk yang satu ini… putih+badan gede+idung besar+kaki jenjang+tinggi semampai [uuppss…ini bukan aku loh :)) ] makhluk tersebut adalah…tarraaaaa…. SAPI… Yap! S.A.P.I

Entah kenapa sekarang aku jadi sedikit phobia dengan hewan bongsor ini. Apalagi kalau lagi dekat dengan sapi (idup).  Ada beberapa kejadian yang sedikit absurd. Kejadiannya baru saja aku alami sesaat sebelum posting ini aku tulis. Ceritanya, sore tadi aku harus ngejar waktu untuk ngeGym di daerah GSI. Karena aku telat, aku coba lewat jalan pintas saja. SCTV–>Graha Family–> Dian Istana–>Wiyung–>GSI menurut aku lebih cepat daripada melintasi rute SCTV–> Mayjed Sungkono–> Bukit Mas–> Yani Golf–>  Gunungsari–> Wiyung –> GSI. Tetapi rute pertama tersebut jalanannya lebih sepi, jarang ada kendaraan melintas ketika malam hari. Oke deh,,demi ngejar waktu bablas ae gan!

Nah.. di daerah Dian Istana menuju Wiyung ada lapangan yang ilalangnya lumayan rimbun..nah disitulah ternyata ‘surganya’ si penggembala untuk memanjakan peliharaannya. Ternyata banyak sapi lagi makan sambil ‘leyeh-leyeh’ di sana., Gan!!! ampun deh,,gelap, sendirian, sapi-sapi dengan seenak udelnya (emang punya udel ya???) berhenti…nongkrong halangin jalan! kalo tuh sapi bisa aku ajak ngobrol bahasa manusia, aku pasti bakal teriak ‘woiii…minggir woi!!!’ aseemmmm…bikin sebel aja. otomatis mobil-mobil yang ada di depan jalannya jadi lambat…huaaahh emaaakk… ada sapi di sekeliling aku! aku dikepung!!! 😥 aku jadi teriak-teriak gak jelas…sumpah parno abis!!! Sialnya kejadian ini sering aku alami kalau lewat jalan ini waktu malah hari (bodohnya aku, udah tau gini masih diulang aja).

Ok…sebenarnya bukan hanya sapi (idup) aja yang bikin aku parno. Segala macam makanan dari beef aku gak doyan! Mau steak tenderloin semahal apapun gak bakal aku makan! Entah kenapa, melihat serat-serat daging saja aku ngeri…tapi terkecuali daging olahan (e.g: bakso, sosis,abon,etc) yang bentuknya gak serem-serem itu sih masih doyan.hehehe.

Aku jadi ingat dengan materi kuliah abnormal yang aku ambil semester lalu. Zoophobia. Apakah aku terkena zoophobia?? Apakah itu zoo phobia??? Sebelum kita mengenal apa itu zoo phobia, kita kenali dulu, apakah yang dimaksud dengan phobia itu sendiri. Phobia merupakan slah satu dari Anxiety Disorder. Para psikopatolog mendefinisikan phobia sebagai penolakan yang mengganggu yang diperantarai oleh rasa takut yang tidak proporsional dengan bahaya yang dikandung oleh objek atau situasi tertentu dan diakui oleh si penderita sebagai sesuatu yang tidak berdasar. Pada DSM IV-TR, kriteria untuk phobia adalah:

  • Ketakutan yang berlebihan, todak berasalan dan menetap yang dipicu oleh objek atau situasi
  • Keterpaparan dengan pemicu menyebabkan kecemasan intens
  • Orang tersebut menyadari bahwa ketakutannya tidak realitas
  • Objek atau situasi tersebut dihindari atau dihadapi dengan kecemasan intens

Ada beberapa phobia yang paling dikenal, antara lain:

Arachnophobia – phobia pada laba-laba
Acrophobia – phobia pada ketinggian
Aerophobia – phobia pada pesawat, melakukan perjalanan via pesawat,
Brontophobia – phobia pada suara dan kilat petir
Claustrophobia – phobia apda ruangan sempit
Clown Phobia – phobia pada badut (coulrophobia)
Dendrophobia – phobia pada pepohonan
Dog Phobia – phobia pada anjing atau rabies (cynophobia)
Driving Phobia – phobia mengendarai mobil (amaxophobia)
Glossophobia – phobia untuk berbicara atau memulai pembicaraan di depan publik
Hydrophobia – ketakutan pada air, termasuk air liur anjing yang memungkinkan rabies
Necrophobia – ketakutan pada kematian atau kehilangan sesuatu (mati)
Needle Phobia – ketakutan pada benda runcing, jarum (aichmophobia)
Olfactophobia – phobia pada rasa bau-bauan yang menyengat
Ornithophobia – phobia pada burung-burung
Pupaphobia – phobia pada boneka
Thalassophobia – phobia pada laut
Trichophobia – phobia pada rambut (chaetophobia, hypertrichophobia)
Zoophobia – phobia pada hewan

Phobia sendiri mempunyai dua tipe, yaitu phobia spesifik dan phobia sosial. Phobia spesifik adalah ketakutan yang beralasan yang disebabkan oleh kehadiran objek atau situasi spesifik. Sedangkan phobia soaial adalah ketakutan menetap dan tidak rasional yang umumnya berkaitan dengan keberadaan orang lain.  Zoophobia sendiri termasuk dalam tipe phobia spesifik.

Etiologinya:

  • teori psikoanalisa. Freud adalah orang yang pertama kali menjelaskan secara sistematis perkembangan perilaku fobik. Menurud Freud, phobia merupakan pertahan terhadap kecemasan yang disebabkan oleh impuls-impuls id yang ditekan. Kecemasan ini dialihkan dari impuls id yang ditakuti dan dipindahkan ke suatu objek atau situasi yang memiliki koneksi simbolik dengannya. Phobia adalah cara ego untuk menghindari konfrontasi dengan masalah sebenarnya, yaitu konflik masa kecil yang ditekan.
  • teori behavioral. Berfokus pada pembelajaran sebagai cara berkembangnya fobia.

Simtom

Simtom yang muncul pada penderita phobia secara umum hampir sama dengan gejala kecemasan, akan tetapi simtom-simtom yang ada terarah pada situasi dan kondisi tertentu saja (tidak menyeluruh). Beberapa simtom yang ditemukan pada penderita gangguan phobia:
1) Sering sakit kepala, migrain.
2) Ingin tidur lebih lama.
3) Berkeringat secara berlebihan.
4) Otot menegang.
5) Rasa ingin muntah.
6) Peningkatan rasa cemas
7) Berpikir secara tidak realistis, takut dan membayangkan sesuatu bakal terjadi.
8) Sulit berkonsentrasi.
9) Mudah merasa capai atau letih.
10) Gemetar.
11) Kewaspadaan secara berlebihan (overt alertness)
12) Phobia erat kaitannya dengan pengalaman trauma sebelumnya
13) Takut terhadap sesuatu kondisi atau situasi tertentu yang menimbulkan kecemasan akan tetapi kecemasan itu berkurang bila situasi atau objek yang ditakuti itu tidak berada disekitar individu

Treatment

1) Terapi obat-obatan
Neurotransmiter utama terhadap gangguan kecemasan dengan melihat hasil laboratorium dengan mencheck peningkatan norepinefrin, serotonin dan gamma aminobutryc acid (GABA). Dengan positron emission tomography (PET) juga ditemukan kelainan (disregulasi) pembuluh darah serebral.

Biasanya untuk kecemasan dokter menganjurkan penggunaan obat psikoleptik, yaitu benzodiazepines dalam dosis rendah. Jenis obat-obat ini adalah Diazepam, Klordiazepoksid, Lorazepam, Klobazam, Bromazepam, Oksazolam, Klorazepat, Alprazolam atau Prazepam. Treatment phobia pada umumnya hampir sama dengan pemberian treatment pada kecemasan

2) Psikoterapi
Cognitive-behavioural therapy (CBT)
Terapi yang paling sering digunakan dalam perawatan kecemasan adalah cognitive-behavioural therapy (CBT). Pada CBT diberikan teknik pelatihan pernafasan atau meditasi ketika kecemasan muncul, teknik ini diberikan untuk penderita kecemasan yang disertai dengan serangan panik.

Support group juga diberikan dalam CBT, individu ditempatkan dalam group support yang mendukung proses treatment. Group support dapat berupa sekelompok orang yang memang telah dipersiapkan oleh konselor/terapis untuk mendukung proses terapi atau keluarga juga dapat diambil sebagai group support ini.

Dalam CBT, individu yang mengalami phobia spesifik akan diberikan terapi pendekatan dengan sumber kecemasan yang dirasakan oleh individu tersebut, misalnya penderita arachnophobia, individu akan dihadapkan pada laba-laba secara langsung, dilatih untuk mengontrol kecemasan.

Talk therapy
Metode klasik ini sangat jarang dipakai lagi. Pada terapi ini individu menemui terapis dan duduk menceritakan segala permasalahan kecemasan yang dialaminya. Terapis mendengarkan, mencatat dan menyusun strategi tertentu untuk pasien yang sesuai agar melakukan beberapa terapi perilaku tertentu untuk dilaksanakan oleh penderita gangguan kecemasan. Terapis ini beranggapan bahwa kecemasan akan menurun bila individu semakin banyak bercerita dan akan beradaptasi secara tidak langsung ketika kecemasan trauma diulang secara terus-menerus. Kelemahan dalam terapi ini adalah membutuhkan waktu yang relatif lebih lama, dan beberapa kemungkinan kemunculan perilaku maladaptif baru yang tidak terkontrol.

Neuro-Linguistic Programming (NLP)
Teknik NLP dapat dilakukan oleh siapapun dengan atau tanpa bimbingan terapis. Teknik ini tidak memiliki efek negatif dibandingkan teknik lainnya, selain harga yang murah, teknik ini dapat dilakukan sendiri. NLP dilakukan dengan mengembangkan imajinasi positif mengenai kemampuan yang dimiliki individu, mensugesti diri terhadap kemampuan diri dalam adaptasi kecemasan, menggali kemampuan dan pikiran positif.

Nah…itu tadi sedikit ilmu yang bisa saya transferkan…semoga bermanfaat 🙂 salam sapi…mooooo

Iklan

0 Responses to “Cow’s Raid!!!! Ooouugghh No!”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


hay..hay..hay…

semuanya yang sudah nyasar di blog ini...(mungkin)anda salah satu orang yang beruntung...hehehehe... terimakasih sudah sudi mampir...tapi jangan lupa isi guest book dan beri komen juga yah...kamsya...matur nuwun... ^^,

visitors

  • 45,316 orang

sekarang tanggal berapa yah?

Mari twepersss o_O

Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.

Arsip

yang ngintip

free counters
facebook: http://www.facebook.com/nyepsycho/ twitter : http://twitter.com/nyepsycho

%d blogger menyukai ini: