06
Apr
10

TEORI PEMBANGUNAN KOMUNIKASI

1.1 Pendahuluan

Sebagaimana kita fahami bahwa komunikasi ialah suatu proses penyampaian pesan atau informasi dari komunikator kepada komunikate yang mempunyai umpan balik (Burgon & Huffner, 2002). Pengertian tersebut menyuratkan bahwa proses komunikasi mempunyai pesan atau informasi yang akan disampaikan. Pengertian informasi ialah fakta atau data tanpa interpretasi dari komunikator sehingga informasi disampaikan apa adanya tanpa evaluasi subjektif dari komunikator. Sedangkan pesan ialah informasi yang sudah diberikan evaluasi secara subjektif oleh komunikator dengan tujuan membujuk atau mengarahkan komunikate untuk mengubah atau mempertahankan sikapnya terhadap suatu fenomena. Secara eksplisit pula dapat kita ketahui bahwa proses komunikasi memerlukan feedback atau umpan balik sebagai tanda bahwa komunikasi dapat berlangsung efektif saat mempunyai umpan balik. Pada bab ini, pertanyaan untuk merangsang proses berpikir kita ialah: “Sejak kapan kita dapat berkomunikasi?” Pertanyaan itu sebaiknya Anda tanyakan terlebih dahulu dalam diri Anda, renungkan, fikirkan dan jawablah! Setelah itu diskusikan jawaban tersebut dengan teman Anda! Jawaban kita hendaknya merujuk kepada pengertian komunikasi sebagaimana yang telah dibahas sebelumnya bahwa proses komunikasi setidaknya mempunyai beberapa hal berikut;

a. Pesan/ informasi

b. Media

c. Komunikator

d. Komunikate

e. Umpan balik/ feedback

Dengan mengacu hal tersebut ternyata proses komunikasi tidak hanya memfungsikan kita sebagai komunikator secara aktif tetapi juga sebagai komunikate yang dapat menerima pesan atau informasi tersebut. Kalau kita bertindak sebagai komunikate secara pasif tentunya kemampuan komunikasi tersebut sudah dapat kita lakukan pada saat kita masih di dalam kandungan (pre-natal). Tentu saja, jawaban ini dapat kita kuatkan lagi dengan pertanyaan, “Siapa yang memberitahu kita sejak kecil bahwa kita tahu itu ayah atau ibunda kita?”. Pemahaman kita terhadap identitas orang tua kita bahwa sejak pre-natal kita sudah mempunyai kemampuan komunikasi pasif dalam alam kandungan bahwa itu ayah kita atau itu ibunda kita melalui suara. Inilah kebesaran Tuhan yang harus kita fahami sebagai mahluk yang mempunyai kemampuan berfikir. Berkaitan itu, ada beberapa teori yang harus kita fahami sebagai dasar pembangunan proses komunikasi.

1.2 Teori Penetrasi Sosial

Altman & Taylor (1973) menjelaskan proses terjadinya pembangunan hubungan interpersonal secara bertahap dalam pertukaran sosial. Tahapan itu antaranya;

a. Artificial level, yaitu tahapan memulai hubungan. Bahwa manusia mempunyai kemampuan tertentu untuk memulai hubungan yang pada tahapan ini informasi yang kita dapatkan dari orang lain antara lain, nama, usia, alamat, status dan lain-lain.

b. Intimate level, yaitu tahapan hubungan yang mengarah kepada hubungan yang lebih mendalam sehingga dapat menentukan status hubungan tersebut. Pada level ini kita telah mempunyai informasi yang lebih lengkap, antaranya hobi, hal yang tidak disukai, hal yang ditakuti, kebiasaan dan lain sebagainya.

c. Very intimate level, yaitu tahapan hubungan intim yang sudah lama dan informasi sudah banyak kita dapatkan. Pada tahapan ini biasanya akan terbentuk negosiasi-negosiasi atas informasi yang kita dapatkan, misalnya kita membiasakan diri dengan kebiasaan orang lain itu. Menurut Altman & Taylor (1973), level-level tersebut dalam proses intensitas waktunya berbeda-beda tiap orangnya tergantung faktor kepribadian komunikator-komunikate, faktor lingkungan dan faktor sosial-budaya.

1.3 Teori kebutuhan (need)

Sebagaimana kita ketahui bahwa manusia mempunyai kebutuhan (need) yang dapat merangsang dan mempengaruhi tindakan manusia. Teori need yang kita kenal ialah dari Mc.Clelland dan Murray. Menurut Murray, komunikasi merupakan kebutuhan manusia sebagai cara untuk mencapai (instrumental) keberlangsungan hidup (survive). Apalagi kita sebagai mahluk sosial (social-anima) membutuhkan orang lain untuk bertahan hidup. Contoh, jika kita memerlukan makan maka kita pasti membutuhkan orang lain, baik untuk mengadakan makanan secara langsung maupun menyediakan bahan makanan yang lain. Kebutuhan inilah yang merangsang manusia untuk menyampaikan pesan kepada orang lain bahwa ia membutuhkan sesuatu untuk mempertahankan hidupnya.

1.4 Teori Neurobiologis

Secara faali, manusia mempunyai proses biologis yang mempengaruhi proses komunikasi manusia. Proses itu melibatkan proses yang terjadi di syaraf-syaraf manusia (neuron). Syaraf manusia terdiri dari dendrit, soma dan axon. Dendrit berfungsi sebagai penerima perintah dari otak untuk menyampaikan informasi (transmitter). Kemudian dendrite akan meneruskan perintah kepada soma yang diterimanya namun masih secara mentah (receiver). Selanjutnya informasi ini akan diterjemahkan dan ditanggapi oleh axon sebagai inti syaraf (decoder). Disamping itu, Richard Dawkins (1976) mempunyai penelitian tentang proses transformasi kultural yang dilakukan oleh daya kognitif kita yang ditentukan oleh memes. Memes inilah yang mempengaruhi DNA manusia sehingga mempunyai sifat-sifat tertentu dalam kepribadiannya. Bahkan kadang kala memes ini berfungsi sebagai kontak radar untuk menentukan evaluasi (dalam proses komunikasi intrapersonal) terhadap orang lain. Sebagai contoh pertanyaan untuk merangsang proses berpikir mengenai keberadaan memes ini ialah “Mengapa kita tidak menyukai suatu makanan tanpa merasakan terlebih dahulu?”

1.5 Summary and Excellent with Morality

Kesimpulannya ialah bahwa kita sudah dapat memulai mempunyai kemampuan komunikasi sejak pre-natal meskipun hanya sebagai komunikate secara pasif saja. Selain itu, proses komunikasi merupakan kebutuhan primer manusia dalam mengembangkan aspek kognitif dan kepribadiannya. Oleh karena itu, selalu bersyukurlah kepada Tuhan terhadap karunia kemampuan komunikasi dengan cara berbicaralah yang membekas kebaikan di hati orang lain.

 

disadur dari: http://baguspsi.blog.unair.ac.id/

Rujukan : Altman & Taylor. 1973. Social Relationship. Dlm. Brehm & Kassin. 1996. Social Psychology. Third Edt. Boston: Houghton Mifflin Co. Burgon & Huffner. 2002. Human Communication. London: Sage Publication. Dawkin, R. 1976. Theories of Memes. London: Open University.


0 Responses to “TEORI PEMBANGUNAN KOMUNIKASI”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


hay..hay..hay…

semuanya yang sudah nyasar di blog ini...(mungkin)anda salah satu orang yang beruntung...hehehehe... terimakasih sudah sudi mampir...tapi jangan lupa isi guest book dan beri komen juga yah...kamsya...matur nuwun... ^^,

visitors

  • 41,885 orang

sekarang tanggal berapa yah?

Mari twepersss o_O

Arsip

yang ngintip

free counters
facebook: http://www.facebook.com/nyepsycho/ twitter : http://twitter.com/nyepsycho

%d blogger menyukai ini: