08
Apr
10

…curahan hati seorang autis…

Postingan kali ini memang bukan pure tulisan aku…ini aku comot dari note fb salah satu teman kuliah aku.

Setelah aku baca,,rasanya menyentuh banget, bikin terharu dan sebagainya lah…

Makasih ya Rey udah ijinin aku nyomot,,hehheheheh

Semoga banyak memberi inspirasi, bagaimana memahami “dunia mereka” yang sesungguhnya

Autisme ataupun PDD (Pervasive Developmental Disorder) adalah suatu kelainan perkembangan otak yang membuatku sulit untuk mengerti lingkungan disekitarku. Aku punya keterbatasan dalam otakku yang tidak kau lihat tapi dapat membuatku sulit untuk dapat beradaptasi dengan keadaan disekitarku.

Kadangkala aku terlihat kasar dan tidak sopan. Semua ini karena aku berusaha keras untuk dapat mengerti orang sekitarku dan pada saat yang sama aku berusaha untuk membuat diriku dapat dimengerti orang.

Penyandang autisme punya kemampuan yang berbeda beda; ada yang tidak mau berbicara; ada yang dapat membuat puisi indah, atau sangat mahir dalam matematika (Albert Einstein juga penyandang autisme), atau sulit berteman. Kami penyandang autisme semuanya berbeda dan memerlukan bantuan orang lain.

Kadangkala saat aku disentuh secara tiba-tiba, aku merasa sangat sakit dan membuatku ingin menjauh. Aku juga mudah frustasi. Ketika berada bersama orang banyak aku merasa seperti sedang berada disebelah kereta api yang bergerak dan mencoba untuk memutuskan bagaimana dan kapan harus melompat ke-dalam kereta.

Aku selalu merasa amat ketakutan dan bingung, sama seperti ketika kamu berada di- satu planet berisi mahluk angkasa luar dan kau tidak mengerti bagaimana mereka berkomunikasi.

Karenanya aku selalu memerlukan keadaan yang konsisten dan tidak berubah ubah. Jika aku berhasil mempelajari bagaimana satu keadaan atau hal dapat terjadi maka aku dapat merasa tenang. Tapi jika keadaan berubah maka aku harus berusaha ekstra keras untuk mulai dari mula mempelajari keadaan itu berulang ulang!

Jika kau berbicara padaku, aku seringkali tidak dapat mengerti apa yang kau katakan karena terlalu banyak gangguan di sekitarku. Aku harus berkonsentrasi keras untuk mengerti satu hal. Engkau mungkin merasa aku cuek – tapi sebenarnya tidaklah demikian. Aku mendengar semuanya tanpa dapat ku-mengerti hal mana yang memerlukan jawaban.

Hari raya adalah hal yang paling berat bagiku karena ada begitu banyak orang, tempat dan benda benda yang sangat berbeda dengan keadaanku. Ini mungkin suatu yang sangat menyenangkan bagi kebanyakan orang – tapi bagiku adalah pekerjaan terberat dan membuatku sangat tertekan. Seringkali aku harus menjauhkan diri dari keramaian itu untuk memenangkan diriku. Aku akan sangat senang jika diberikan tempat khusus dimana aku dapat menyendiri.

Jika aku tidak dapat duduk diam dimeja makan janganlah menganggap aku nakal atau menganggap orangtua-ku tak dapat mengatur-ku.

Untuk dapat diam selama lima menit saja merupakan suatu yang yang mustahil bagiku. Aku merasaterganggu oleh adanya bau, suara dan orang orang disekitarku sehingga membuatku harus terus bergerak.

Mohon jangan menunggu aku untuk dapat makan bersama – teruskanlah makan dan orangtuaku akan membantuku.

Makan adalah suatu hal yang berat bagiku. Jika engkau mengerti bahwa autisme adalah gangguan proses motorik dan sensorik maka akan mudah dimengerti mengapa makan itu sangat sulit bagiku.

Bayangkan ketika aktifitas makan berlangsung, sensorik yang harus aktif adalah penglihatan, perasa, penciuman dan sentuhan dan semua mekanik yang rumit pada saat mengunyah dan menelan – kesulitan ini dialami oleh semua penyandang autisme.

Aku bukanlah suka memilih makanan tapi aku tidak dapat makan makanan tertentu yang dapat mempengaruhi sistim sensorik ku yang terganggu. Janganlah kecewa jika ibu-ku tidak memberiku pakaian yang indah – ini karena ibu tahu jika aku memakai baju baru maka aku dapat menjadi sangat kisruh. Pakaianku harus terasa nyaman dipakai, jika tidak maka aku dapat mencampakannya. Temple Grandin adalah wanita pintar penyandang autisme yang menceritakan bagaimana beliau harus memakai baju baru ketika masih anak anak – kulitnya rasanya seperti di-amplas. Akupun merasa hal yang sama jika di-minta memakai baju baru.

Jika aku pergi kesuatu tempat, aku akan terlihat seperti seorang otoriter yang suka mendikte orang. Hal ini terjadi karena dengan melakukan itu, aku mencoba untuk dapat beradaptasi dengan dunia di sekitarku, yang bagiku sendiri amat sulit dimengerti.

Semua keadaan harus terlebih dahulu aku pahami jika tidak maka maka aku menjadi frustasi dan bingung. Ini tidaklah berarti engkau harus merubah caramu melakukan sesuatu – hanya saja engkau perlu bersabar dengan sikapku dan mengerti bagaimana sulitnya aku harus beradaptasi. Mama dan papa juga tidak dapat untuk mengontrol perasaanku ini. Penyandang autisme sering harus melakukan sesuatu untuk membantu mereka agar dapat merasa lebih nyaman. Para orang tua menyebutnya ‘self regulation’. Aku mungkin bergerak berulang-ulang kesana-kemari, bergumam, menaruh jari-jariku ke muka, mengibas-ibaskan tangan, atau mengerakan benda yang berbeda-beda. Aku bukanlah mencoba untuk mengganggu atau bersikap aneh tapi aku melakukannya agar otakku dapat beradaptasi dengan dunia-mu.

Kadangkala aku tidak dapat berhenti berbicara, bernyanyi ataupun berpartisipasi dalam satu aktifitas. Aku melakukan ini karena aku merasa telah menemukan sesuatu yang membuatku sibuk dan merasa nyaman. Aku tidak ingin keluar dari keadaan ini untuk bergabung kembali dengan duniamu yang sangat sulit kumengerti. Kebiasaan ini membuatku merasa lebih baik. Ijinkanlah aku untuk melakukan kebiasaan ini dan mohon hormati orang tuaku jika mereka mengijinkan aku melakukannya.

Orang tuaku akan terlihat lebih banyak mengawasiku dari pada orang tua lain – hal ini semata mata demi untuk kebaikanku dan memudahkanku menyesuaikan diri dengan orang lain. Akan menyakitkan bagi orangtuaku jika mereka dikatakan terlalu melindungi anaknya ataupun tidak mengawasi anak dengan baik. Mereka adalah manusia biasa yang diberikan tugas mulia. Orang tuaku adalah orang yang baik dan mereka memerlukan dukunganmu.

Hari raya penuh dengan keceriaan, suara suara dan bau-bauan. Suasana rumah menjadi sibuk ramai seperti tempat pesta. Mohon diingat mungkin suasana ini akan sangat menyenangkanmu tapi bagiku adalah suatu kerja keras untuk menyesuaikan diri.

Jika aku gagal dan bersikap tidak sesuai dengan keinginanmu – mohon sadarilah bahwa sistim di otak-ku tidak dapat mengikuti norma dan aturan orang kebanyakan.

Aku adalah orang yang unik dan mungkin juga menarik. Pada hari raya ini, aku akan mencari suatu tempat dimana aku dan kamu dapat bersama sama merasa nyaman asalkan kamu bersedia melihat dunia ini melalui mata-ku.

Apa yang ada di benak kalian setelah membaca curahan hati seorang autis di atas?

Viki Satkiewicz Gayhardt (USA)
sumber: http://puterakembara.org/archives10/bunga_rampai.pdf


4 Responses to “…curahan hati seorang autis…”


  1. 1 Braksa
    30 November 2010 pukul 02:59

    Мне было интересно читать то, что здесь написано. Я хочу сказать тебе спасибо за это, это странно, но это было для меня важно, извини что на русском пишу.

  2. 3 Braksa
    30 November 2010 pukul 23:13

    I write through the translator
    It was interesting to me to read that here is written. I wish to tell to you thanks for it, it is strange, but it for me was important, excuse, that in Russian I write.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


hay..hay..hay…

semuanya yang sudah nyasar di blog ini...(mungkin)anda salah satu orang yang beruntung...hehehehe... terimakasih sudah sudi mampir...tapi jangan lupa isi guest book dan beri komen juga yah...kamsya...matur nuwun... ^^,

visitors

  • 41,885 orang

sekarang tanggal berapa yah?

Mari twepersss o_O

Arsip

yang ngintip

free counters
facebook: http://www.facebook.com/nyepsycho/ twitter : http://twitter.com/nyepsycho

%d blogger menyukai ini: