06
Apr
10

TEKNOLOGI DAN MEDIA KOMUNIKASI:

DAMPAK PSIKOLOGIS ADANYA HI-TECH COMMUNICATION

 

1.1 Pendahuluan

Seiring dengan kemajuan zaman dan perkembangan teknologi, tak dapat dinafikkan bahwa media komunikasi berteknologi saat ini sangat berkembang dengan pesat. Mungkin perkembangan teknologi komunikasi ini akan lebih cepat daripada perkembangan teknologi transportasi. Sebagai suatu misal, perkembangan HP akan lebih cepat daripada perkembangan mobil dan lain sebagainya. Ini yang menunjukkan bahwa teknologi komunikasi yang diidentikkan perkembangan artificial intelligence (representasi kecerdasan manusia) akan berkembang lebih cepat.

Ada berapa jenis media komunikasi berteknologi yang Anda ketahui?”

Pertanyaan itu sebaiknya Anda tanyakan terlebih dahulu dalam diri Anda, renungkan, fikirkan dan jawablah! Setelah itu diskusikan jawaban tersebut dengan teman Anda!

Kalau benar-benar kita fikirkan, kemampuan komunikasi ini adalah anugerah dari Tuhan Yang Maha Kasih. Akan tetapi kenapa kita harus membayar hanya untuk berkomunikasi dengan orang lain dengan media berteknologi? Sebenarnya bukan kemampuan komunikasi yang dibisnikan karena itu adalah anugerah dari Tuhan namun teknologi inilah yang dibisniskan. Orang akan berani membayar mahal dengan media komunikasi yang jauh lebih hi-tech. Buktinya sekarang ini blackberry dan i-Phone akan lebih mahal daripada HP biasa yang jadul.

1.2 Definisi Media Komunikasi dan Fungsinya

Secara sederhananya, media komunikasi ialah perantara dalam penyampaian informasi dari komunikator kepada komunikate yang bertujuan untuk efisiensi penyebaran informasi atau pesan tersebut. Sedangkan fungsi media komunikasi yang berteknologi tinggi ialah sebagai berikut (Burgon & Huffner, 2002);

a.       Efisiensi penyebaran informasi; dengan adanya media komunikasi terlebih yang hi-tech akan lebih membuat penyebaran informasi menjadi efisien. Efisiensi yang dimaksudkan di sini ialah penghematan dalam biaya, tenaga, pemikiran dan waktu. Misalnya, kita memberikan ucapan selamat hari raya Idul Fitri atau Natal cukup melalui SMS, MMS, e-mail, mailist dan media canggih lainnya. Hal ini lebih disukai karena nilai praktisnya jika dibandingkan dengan mengirimkan kartu lebaran atau kartu Natal dengan waktu yang lebih lama. Namun apakah cukup efektif?

b.      Memperkuat eksistensi informasi; dengan adanya media komunikasi yang hi-tech, kita dapat membuat informasi atau pesan lebih kuat berkesan terhadap audience/ komunikate. Suatu contoh, dosen yang mengajar dengan multimedia akan lebih efektif berkesan daripada dosen yang mengajar secara konvensional.

c.       Mendidik/ mengarahkan/ persuasi; media komunikasi yang berteknologi tinggi dapat lebih menarik audience. Sebagaimana kita pelajari pada bab sebelumnya tentang komunikasi persuasi maka hal yang menarik tentunya mempermudah komunikator dalam mempersuasi, mendidik dan mengarahkan karena adanya efek emosi positif.

d.      Menghibur/ entertain/ joyfull; media komunikasi berteknologi tinggi tentunya lebih menyenangkan (bagi yang familiar) dan dapat memberikan hiburan tersendiri bagi audience. Bahkan jika komunikasi itu bersifat hi-tech maka nilai jualnya pun akan semakin tinggi. Misalnya, presentasi seorang marketing akan lebih mempunyai nilai jual yang tinggi jika menggunakan media komunikasi hi-tech daripada presentasi yang hanya sekedar menggunakan metode konvensional.

e.       Kontrol sosial; media komunikasi yang berteknologi tinggi akan lebih mempunyai fungsi pengawasan terhadap kebijakan sosial. Seperti misalnya, informasi yang disampaikan melalui TV dan internet akan lebih mempunyai kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah sehingga pemerintah menjadi cepat tanggap terhadap dampak kebijakan tersebut. Masih ingat kasus facebookers pendukung Bibit & Chandra?

1.3 Kelebihan Hi-Tech Communication

Sebagai upaya kemajuan teknologi yang fungsi utamanya membantu kehidupan manusia maka hi-tech communication mempunyai kelebihan sebagai berikut;

a.       Pencapaian penyebaran informasi yang efisien. Semakin canggih media komunikasi yang kita punyai maka informasi akan lebih efisien dalam penyebarannya. Efisien dalam hal waktu, utamanya. Namun waktu yang efisien ini juga akan berimbas juga kepada tenaga, pemikiran dan biaya tentunya.

b.      Daya tarik. Dengan media komunikasi yang berteknologi tinggi maka keingintahuan (need of curiousity) audience akan semakin besar sehingga daya tarik proses komunikasi akan semakin besar pula.

c.       Upaya pencapaian efektivitas komunikasi; jika daya tarik semakin besar maka upaya untuk mencapai komunikasi yang efektif juga dapat tercapai.

d.      Daya jual informasi semakin tinggi

e.       Trend, penghargaan sosial dan harga diri. Orang yang mengikuti perkembangan media komunikasi hi-tech akan dikenali sebagai orang yang mengikuti trend. Anggapan sosial inilah yang membuat orang merasa mendapat penghargaan sosial bahwa ia adalah orang yang mengikuti trend. Kemudian penghargaan sosial inilah yang mendorong manusia untuk mencapai harga diri yang semakin tinggi.

1.4 Dampak Psikologis Hi-Tech Communication yang Membahana

Selain adanya kelebihan pada hi-tech communication yang telah disinggung pada bagian sebelumnya maka sebenarnya terdapat beberapa dampak psikologis, antaranya;

  1. Individual space meningkat, yaitu meningkatnya ruang invidual karena telah memperoleh informasi melalui media komunikasi yang canggih, misalnya internet. Orang akan lebih menyukai duduk di depan computer yang berinternet daripada bersosialisasi dengan orang lain di dunia nyata. Dengan demikian, social space akan menyempit dan digusur dengan individual space tersebut.
  2. Kecemasan sosial terhadap suatu fenomena meningkat. Dengan adanya media komunikasi yang berteknologi tinggi maka informasi akan lebih cepat menyebar. Contohnya, informasi mengenai wabah flu burung. Sebelum adanya informasi tersebut, orang tidak takut mengkonsumsi unggas. Namun setelah adanya informasi yang menyebar dengan cepat mengenai flu burung maka kecemasan sosial terjadi, yaitu orang merasa takut untuk mengkonsumsi unggas. Begitu juga fenomena tsunami di Aceh, sehingga setiap kali gempa di beberapa daerah, orang akan mencari informasi tentang kemungkinan tsunami. Inilah yang menjadi contoh adanya kepanikan sosial (social anxiety) karena media komunikasi berteknologi tinggi yang membahana.
  3. Kebutuhan komersial masyarakat meningkat; sebagaimana kita ketahui sebelumnya bahwa media komunikasi yang hi-tech akan mempengaruhi minat audience dan mempersuasi audience. Oleh karena itu, hal ini digunakan oleh perusahaan jasa komunikasi dan perusahaan komersial untuk memanfaatkan sifat konsumerisme masyarakat ini.
  4. Kriminalitas meningkat; jika kita melihat tayangan di TV mengenai informasi atau film tentang kriminalitas dengan modus yang canggih maka ini sebenarnya merupakan inspirasi bagi pelaku kejahatan lainnya. Proses meniru tayangan kriminalitas ini yang dikenali sebagai modeling perilaku kejahatan. Apalagi kalau kita mencermati modus operandi kejahatan di dunia maya (internet) yang sedang marak maka seolah-olah mudah sekali melakukan kejahatan yang dibantu dengan media komunikasi berteknologi tinggi. Masih ingat kasus penipuan melalui e-mail, HP dan chatting?
  5. Pemenuhan rasa ingin tahu (need of curiousity); sudah menjadi kodrat manusia diciptakan dengan kekuatan pemikiran yang luar biasa. Pemikiran ini yang dirangsang dengan rasa ingin tahu atau penasaran yang besar. Dengan media komunikasi yang berteknologi tinggi, terjawablah rasa penasaran manusia tentang apapun itu. Semua bisa kita cari di internet dengan menggunakan kata kunci tertentu. Mudah kan?
  6. Tehnologi dapat mengurangi kreativitas; teknologi yang menjadi alat bantu manusia menjanjikan sejuta efisiensi. Oleh karena itu, manusia akan menjadi malas karena kemajuan teknologi tersebut. Sebagai misal, aktivitas copy-paste di mahasiswa akan menjadi budaya plagiat di kemudian hari. Pada akhirnya kreativitas seseorang dapat menurun jika ia tak pandai memanfaatkan teknologi untuk pengembangan dirinya.

1.5 Excellent With Morality

Jika kita telah mengetahui dampak positif dan negatif hi-tech communication maka semua tergantung orangnya sendiri (the man who behind the gun). Oleh karena itu,

“Baik-buruknya suatu teknologi tergantung dari manusia yang memanfaatkannya”

disadur dari: http://baguspsi.blog.unair.ac.id/

Rujukan :

Brehm & Kassin. 1996. Social Psychology. Third Edt. Boston: Houghton Mifflin Co.

Burgon & Huffner. 2002. Human Communication. London: Sage Publication.


0 Responses to “TEKNOLOGI DAN MEDIA KOMUNIKASI:”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


hay..hay..hay…

semuanya yang sudah nyasar di blog ini...(mungkin)anda salah satu orang yang beruntung...hehehehe... terimakasih sudah sudi mampir...tapi jangan lupa isi guest book dan beri komen juga yah...kamsya...matur nuwun... ^^,

visitors

  • 41,885 orang

sekarang tanggal berapa yah?

Mari twepersss o_O

Arsip

yang ngintip

free counters
facebook: http://www.facebook.com/nyepsycho/ twitter : http://twitter.com/nyepsycho

%d blogger menyukai ini: